Edukasi Potensi Bahaya dan Pencegahan Kecelakaan Kerja pada UMKM Produksi Kain Kasa Mentah di Pekajangan, Kedungwuni, Pekalongan
Main Article Content
Abstract
Article Summary
UMKM penghasil kain kasa mentah di Desa Pekajangan, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, terpapar berbagai potensi bahaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), meliputi paparan debu kapas, kebisingan mesin tinggi, postur kerja tidak ergonomis, risiko terjepit peralatan, serta ancaman kebakaran. Rendahnya pemahaman pekerja terkait standar K3 dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang belum optimal meningkatkan kerentanan terhadap insiden kerja dan gangguan kesehatan. Kegiatan pengabdian bertujuan meningkatkan kesadaran pekerja dan pemilik usaha tentang identifikasi bahaya melalui edukasi K3 sistematis. Metode meliputi Diskusi Kelompok Terfokus (FGD), penyuluhan, observasi produksi, dan wawancara mendalam. Kegiatan dilaksanakan pada 4 Desember 2025 dengan melibatkan enam mahasiswa dan delapan pekerja UMKM. Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang bahaya fisik, urgensi penggunaan APD, dan langkah kerja lebih aman. Temuan utama meliputi paparan kebisingan signifikan dan keluhan nyeri pinggang akibat postur kerja tidak sesuai. Rekomendasi meliputi pemasangan rambu peringatan kebisingan, penggunaan pelindung pendengaran, penataan alur kerja ergonomis, penyusunan Prosedur Operasional Standar (SOP) sederhana, dan penyediaan APD memadai. Program berhasil menumbuhkan komitmen bersama untuk menerapkan prinsip K3 berkelanjutan guna menciptakan lingkungan kerja lebih aman, sehat, dan produktif.
Keywords
Article Keywords
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC-BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
Andriyanto, M. R. (2017). Hubungan predisposing factor dengan perilaku penggunaan APD. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 6(1), 37β47. https://doi.org/10.20473/ijosh.v6i1.2017.37-47
Firm, S. I. P. L. (2023). Mengenal hak pekerja menurut UU 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Siplawfirm.id. https://siplawfirm.id/mengenal-hak-pekerja-menurut-uu-13-tahun-2003-tentang-ketenagakerjaan/?lang=id
Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2000). Health promotion planning: An educational and ecological approach (4th ed.). McGraw-Hill.
Hilal, A., Kafit, M. K., & Parisma, W. I. (2024). Hubungan tingkat pengetahuan dan sikap pekerja terhadap perilaku K3 pada pekerja di unit facility PT.X Kota Batam tahun 2024. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(4), 10441β10447. https://doi.org/10.31004/jkt.v5i4.33264
International Labour Organization. (2013). Safety and health in the use of machinery. ILO.
International Labour Organization. (2018). Safety and health at the heart of the future of work. ILO Publications.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Profil kesehatan Indonesia. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2024). Statistik kecelakaan kerja nasional. Kemnaker.
Kurniawidjaja, M. L. (2018). Occupational health and safety: Global and national challenges. Journal of Occupational Health, 60(3), 345β353.
Landell, H. (2016). The risk matrix as a tool for risk analysis limitations. Faculty of Engineering and Sustainable Development GΓ€vle HΓΆgskola, 5(2), 77β87.
Mirza, E. R., Damayanti, R., & Lutfiya, I. (2022). Correlation between workers' characteristics and workplace noise with subjective hearing disorders in textile industry. Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 11(Spl), 19β30. https://doi.org/10.20473/ijosh.v11iSI.2022.19-30
Purnama dalam Widodo. (2015). Keselamatan kerja. Eprints Polsri, 14, 1β20. http://eprints.polsri.ac.id/3108/3/BAB%20II.pdf
Purnawinadi, I. G. (2019). Pengetahuan sebagai predisposisi perilaku keselamatan dan kesehatan kerja. Jurnal Skolastik Keperawatan, 5(2), 107β115. https://doi.org/10.35974/jsk.v5i2.879
Putri, A., & Narulita, R. (2023). Peningkatan permintaan alat kesehatan dan dampaknya terhadap UMKM tekstil. Jurnal Industri Kesehatan, 5(1), 44β52.
Seidu, R. K., Ofori, E. A., Eghan, B., Fobiri, G. K., Afriyie, A. O., & Acquaye, R. (2024). A systematic review of work-related health problems of factory workers in the textile and fashion industry. Journal of Occupational Health, 66(1), 1β15. https://doi.org/10.1093/joccuh/uiae007
Suma'mur, P. K. (2014). Higiene perusahaan dan kesehatan kerja (HIPERKES). Sagung Seto.
Suma'mur, P. K. (2019). Keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Sagung Seto.
Waluyo, D., Nuraini, R., & Sari, E. I. (2024). Industri alat kesehatan melesat, produk dalam negeri kini kuasai 48 persen pasar. Indonesia.go.id. https://indonesia.go.id/kategori/editorial/8548/industri-alat-kesehatan-melesat-produk-dalam-negeri-kini-kuasai-48-persen-pasar?lang=1
Widiastuti, F. (2021). Hazard identification on cotton-based textile production. Journal of Safety Engineering, 10(2), 56β63.