Edukasi dan Pemeriksaan Kadar Asam Urat (Gout) pada Masyarakat di Kecamatan Gedong Tataan, Provinsi Lampung

Main Article Content

Authors

Details of Authors

Annisa Primadiamanti

Universitas Malahayati

Selli Marselena M

Universitas Malahayati

Putri Nanda Tiarani

Universitas Malahayati

Tarisa Saputri

Universitas Malahayati

Sella Saputri

Universitas Malahayati

Syifa Nurul Afifa

Universitas Malahayati

Abstract

Article Summary

Keywords

Article Keywords

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Primadiamanti, A., Selli Marselena M, Tiarani, P. N., Saputri, T., Saputri, S., & Afifa, S. N. (2026). Edukasi dan Pemeriksaan Kadar Asam Urat (Gout) pada Masyarakat di Kecamatan Gedong Tataan, Provinsi Lampung. Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia, 7(2), 548-555. https://doi.org/10.63447/jpni.v7i2.1804
Section
Articles
Author Biographies

Annisa Primadiamanti, Universitas Malahayati

Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Malahayati, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Indonesia

Selli Marselena M, Universitas Malahayati

Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Malahayati, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Indonesia

Putri Nanda Tiarani, Universitas Malahayati

Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Malahayati, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Indonesia

Tarisa Saputri, Universitas Malahayati

Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Malahayati, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Indonesia

Sella Saputri, Universitas Malahayati

Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Malahayati, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Indonesia

Syifa Nurul Afifa, Universitas Malahayati

Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Malahayati, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Indonesia

References
Camila. (2019). Penyakit asam urat. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.

Darmawan, J., Valkenburg, H. A., Muirden, K. D., & Wigley, R. D. (1992). The epidemiology of gout and hyperuricemia in a rural population of Java. Journal of Rheumatology, 19(10), 1595–1599.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Departemen Kesehatan RI.

Fadhilah, A. N., Haya, M., & Simanjuntak, B. Y. (2022). Studi intervensi edukasi visual dan audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan remaja. Amerta Nutrition, 6(1), 67–74.

Hariyanto, R. D. (2024). Upaya mengurangi nyeri asam urat pada lansia melalui obat tradisional Indonesia. Jurnal Kesehatan Tradisional, 12(2), 89–95.

Hartati, S., Ramadhani, F., & Dewi, K. (2022). Faktor risiko hiperurisemia pada masyarakat usia produktif di Kalimantan Tengah. Jurnal Borneo Cendekia Medika, 8(3), 112–120.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020. Kementerian Kesehatan RI.

Komariyah, Sari, N., & Hidayat, A. (2019). Pengaruh rebusan daun sirsak terhadap penurunan kadar asam urat dalam darah di Desa Takisung Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut. Jurnal Citra Keperawatan, 6(1), 25–34. https://doi.org/10.31964/jck.v6i1.108

Kumar, A., Gupta, S., & Sharma, R. (2021). Gout: A comprehensive review on pathophysiology and management. Journal of Advanced Medical Research, 8(2), 45–52.

Lestari, R., & Prabowo, A. (2021). Gambaran kadar asam urat pada pasien gout di Semarang. Indonesian Journal of Regional Health Research, 9(4), 201–210.

National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases. (2022). Gout. National Institutes of Health. https://www.niams.nih.gov/health-topics/gout

Nelwan, J. E., & Sumampouw, O. (2019). Pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap perubahan pengetahuan masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(2), 115–123.

Puskesmas Gedong Tataan. (2023). Laporan tahunan penyakit tidak menular: Data kasus hiperurisemia tahun 2023. Puskesmas Gedong Tataan.

Pranata, B. A., & Widodo, H. (2022). Pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan penyakit metabolik. Jurnal Keperawatan Indonesia, 25(3), 210–218.

Priyatin, W. (2025). Gambaran pemberian rendaman air jahe merah hangat terhadap penurunan nyeri asam urat. Multidisciplinary Indonesian Center Journal, 2(1), 141–147. https://doi.org/10.62567/micjo.v2i1.356

Putra, A. I., & Adnyana, I. M. (2019). Hubungan kadar asam urat dengan kontrol metabolik pada pasien diabetes melitus tipe II di Denpasar. Jurnal E-Universitas Udayana, 10(2), 78–85.

Rahayu, F. S., Lubis, Z., & Putra, R. (2021). Hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian gout arthritis. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 12(1), 45–53.

Saragih, V. M. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asam urat pada lansia di Kecamatan Medan Sunggal. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(2), 45–52.

Simamora, R. H., & Saragih, E. (2019). Penyuluhan kesehatan terhadap masyarakat: Perawatan penderita asam urat dengan media audiovisual. JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat), 6(1), 24–31. https://doi.org/10.21831/jppm.v6i1.20719

Suryani, N. M., Widnyana, I. K., & Lestari, N. P. (2020). Prevalensi hiperurisemia pada keluarga dengan riwayat gout di Buleleng, Bali. Jurnal Ilmu Sains Terapan, 14(3), 156–163.

Tumewu, B., Rampengan, N. H., & Hutagalung, I. (2006). Hiperurisemia pada pasien gout dan komunitas etnik di Sulawesi Utara. Jurnal Kedokteran Klinik Indonesia, 3(2), 89–96.

World Health Organization. (2019). Global report on noncommunicable diseases. World Health Organization.