Meningkatkan Pendapatan Dengan Usaha/Bisnis di Masa Pandemi
Main Article Content
Abstract
Article Summary
Turbulensi masih terjadi pada kasus pandemi di Indonesia. Sempat turun di awal tahun, di semester kedua kasus melonjak tajam dan kemudian kembali menerpa menjelang kuartal ketiga. Kondisi ini menuntut pemerintah merancang sistem yang efektif untuk membendung laju turbulensi sehingga momentum penurunan ini dapat terus berlanjut. Selain itu, pemerintah juga perlu terus berpikir untuk menjaga keseimbangan sektor kesehatan dan sektor ekonomi secara keseluruhan. Dua hal utama dalam pembangunan ini adalah sektor vital yang paling terdampak, namun karena peristiwa pandemi keduanya seolah berjalan menjauh. Sebagai langkah strategis dalam membendung peningkatan kasus COVID-19 yang sangat signifikan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menjadi langkah awal yang dipilih pemerintah. Hal ini menimbulkan dampak yang tidak mungkin dihindari, yaitu memperlambat perputaran roda ekonomi. Komunitas dengan kelompok bisnis terbawah adalah yang paling terpukul dalam pembatasan ini. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan dan membagikan informasi, ide-ide tentang peluang usaha/bisnis yang disesuaikan dengan modal minim pada masa pandemi, dan meningkatkan pendapatan usahanya yang mudah diaplikasikan dalam kondisi pandemi ini. Tentunya program PPKM ini perlu didukung dan diimbangi dengan bantuan sosial kepada mereka yang merasakan dampak ekonomi paling besar yang muncul. Menurut Badan Pusat Statistik, dunia usaha di Indonesia saat ini didominasi oleh Usaha Mikro Kecil (UMK), dan jumlahnya mencapai 26 juta usaha atau 98,68 persen dari total usaha non pertanian di Indonesia. Usaha ini mampu menyerap 59 juta orang atau sekitar 75,33 persen dari total tenaga kerja non pertanian. Tentu kita tidak bisa hanya mengandalkan Belanja Bantuan Sosial untuk menjaga ketahanan masyarakat yang paling terdampak. Setiap lapisan masyarakat juga dapat memberikan perannya masing-masing untuk menjaga perputaran ekonomi saat ini. Dana bantuan pemerintah yang cukup besar tidak akan berarti jika salah objek mendapat bantuan. Untuk itu perlu dukungan penuh dari masyarakat untuk mengontrol dan menjaga agar program ini tepat sasaran, tepat guna, dan mampu memberikan efek yang paling optimal. Selain itu, upaya bersama masyarakat untuk saling berbagi, dan saling menjaga kesehatan juga menjadi elemen penting dalam “perang” kita melawan gejolak pandemi ini.
Keywords
Article Keywords
Wirausaha ; Pendapatan ; Peningkatan ; Usaha
Downloads
Article Details
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC-BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
Kominfo, 2021, https://www.kominfo.go.id/content/detail/32663/empat-langkah-pemda-untuk-tangani-pandemi-dan-dampak-covid-19/0/berita. Diakses Tanggal 11 Februari 2022.
Badan Pusat Statistik. 2020, https://www.bps.go.id/subject/35/usaha-mikro-kecil.html, Jakarta.
Amanaturrohim, H. and Widodo, J., 2016. Pengaruh Pendapatan Dan Konsumsi Rumah Tangga Terhadap Kesejahteraan Keluarga Petani Penggarap Kopi Di Kecamatan Candiroto Kabupaten Temanggung. Economic Education Analysis Journal, 5(2), pp.468-468.
Wedayanti, N.P.A.A. and Giantari, I.G.A.K., 2016. Peran pendidikan kewirausahaan dalam memediasi pengaruh norma subyektif terhadap niat berwirausaha (Doctoral dissertation, Udayana University).
Jusoh, R., Ziyae, B., Asimiran, S. and Kadir, S.A., 2011. Entrepreneur training needs analysis: Implications on the entrepreneurial skills needed for successful entrepreneurs. International Business & Economics Research Journal (IBER), 10(1). DOI: https://doi.org/10.19030/iber.v10i1.933.
Suryana, S. and Bayu, K., 2014. Kewirausahaan: Kiat dan Proses menuju Sukses. Jakarta: Salemba Empat.
Anggiani, S., Murtiningsih, R.S., Dizar, S., Gunawan, M.F.W. and Isdarlyani, A., 2022. The Capacity Building dalam Organisasi Bisnis dan Karakter Pengusaha Sukses. Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia, 3(2), pp.88-94. DOI: DOI: https://doi.org/10.35870/jpni.v3i2.72.
Rusdiana, H.A. 2014. Kewirausahaan Teori dan Praktek, Cetakan ke 1. Bandung Pustaka Setia.
Wibowo, A., 2011. Pendidikan Kewirausahaan (konsep dan strategi). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Shvachych, G. and Kholod, E., 2017. Research of the enterprise profitability strategy. Baltic Journal of Economic Studies, 3(5), pp.451-456. DOI: https://doi.org/10.30525/2256-0742/2017-3-5-451-456.
Frick, W., 2019. How to survive a recession & thrive afterward. Harvard Business Review, 97(3), pp.98-105.