Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Pupuk Organik dari Limbah Enceng Gondok (Eichhornia Crassipes) dan Kotoran Kambing di Desa Centini, Kabupaten Lamongan
Main Article Content
Abstract
Article Summary
Organic waste, such as goat manure and water hyacinth, is abundant and poses environmental challenges if not properly managed. These materials hold potential as raw ingredients for producing organic fertilizer, which can contribute to local economic development. This community service program aims to enhance farmers' skills in converting organic waste into soil-enriching organic fertilizer. The program targeted farmer groups in Centini Village, Laren District, Lamongan Regency. The program's effectiveness was rated high, achieving success in key indicators, including participant attendance, material comprehension, and skill development in waste management into organic fertilizer. Participants also demonstrated an understanding of how to apply organic fertilizer to rice fields and expressed a willingness to independently produce organic fertilizer.
Keywords
Article Keywords
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC-BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
Cai, J., Jiao, C., Mekonnen, M., Legesse, S. A., Ishikawa, K., Wondie, A., & Sato, S. (2023). Water hyacinth infestation in Lake Tana, Ethiopia: A review of population dynamics. Limnology, 24(1), 51–60.
Fatmawati, M., & Ishak, L. (2023). Pelatihan pembuatan pupuk kompos dari limbah rumah tangga di Kelurahan Fitu Ternate. Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan, 1(2), 55–61.
Hananingtyas, I., Dewi, M. K., Kundari, N. F., Putri, M. Z. Y., Salamah, Q. N., Sibarani, P. M. H., Safitri, E., & Syadidurahmah, F. (2021). Implementasi pengelolaan sampah rumah tangga melalui pelatihan pembuatan pupuk kompos metode Takakura pada masyarakat di Tangerang Selatan. AS-SYIFA: Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat, 1(2), 79–88.
Islam, M. N., Rahman, F., Papri, S. A., Faruk, M. O., Das, A. K., Adhikary, N., Debrot, A. O., & Ahsan, M. N. (2021). Water hyacinth (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms.) as an alternative raw material for the production of bio-compost and handmade paper. Journal of Environmental Management, 294, 113036.
Istiqomah, I., & Kusumawati, D. E. (2022). Buku ajar pertanian terpadu berbasis bebas limbah. Duta Media Publishing.
Juwitanti, E., Ain, C., & Soedarsono, P. (2013). Kandungan nitrat dan fosfat air pada proses pembusukan eceng gondok (Eichhornia sp.) (Skala Laboratorium). Diponegoro Journal of Maquares, 2(4), 46–52. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/maquares/article/view/4267
Lubis, Z. (2020). Pemanfaatan mikroorganisme lokal (MOL) dalam pembuatan kompos. Prosiding Seminar Nasional Hasil Pengabdian, 3(1), 361–374.
Nenobesi, D. (2017). Pemanfaatan limbah padat kompos kotoran ternak dalam meningkatkan daya dukung lingkungan dan biomassa tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.). Jurnal Pangan, 26(1), 43–56.
Randu, A. P., Zahlan, A., Fulisian, C., Anugerah, C. Z., Ahmad, F., & Sari, F. (2023). Pemanfaatan limbah ternak sebagai pupuk organik cair pendukung pengembangan sektor pertanian Desa Labuhbaru Barat. ABDIMAS EKODIKSOSIORA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ekonomi, Pendidikan, Dan Sosial Humaniora, 3(1), 28–37.
Rezekiah, A. A., Fitriani, A., Shiba, Y. N., & Junaedi, J. (2022). Pemanfaatan enceng gondok sebagai pupuk organik di Desa Pemangkih Tengah. Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul), 2(2), 210–218.
Romdhoni, A. H. (2021). Serapan hara NPK padi sawah organik varietas unggul dan lokal pada beberapa dosis pupuk organik dan pemberian Bacillus spp. di Imogiri Bantul. Universitas Gadjah Mada.
Rorong, J. A., & Suryanto, E. (2019). Analisis fitokimia enceng gondok (Eichhornia crassipes) dan efeknya sebagai agen photoreduksi Fe3+. Chemistry Progress, 3(1), 33–41.
Simanungkalit, et al. (2006). Pupuk organik dan pupuk hayati. Balai Besar Penelitian dan Perkembangan Sumberdaya Lahan Pertanian.
Siswati, L., Nizar, R., & Ariyanto, A. (2021). Manfaatkan kotoran sapi menjadi kompos untuk tanaman masa pandemi di Kelurahan Umbansari Kota Pekanbaru. Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 531–537.
Sulardi, M. (2020). Efektivitas pemberian pupuk kandang sapi dan POC enceng gondok terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.). Jasa Padi, 5(1), 52–56.
Suleman, N., Salimi, Y. K., Ischak, N. I., & Djalil, J. P. (2022). Penerapan teknologi tepat guna pada masyarakat Kayubulan Kabupaten Gorontalo melalui pengolahan limbah organik, anorganik dan enceng gondok. Damhil: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 54–61.
Thillainayagam, B. P., Saravanan, P., Ravindiran, G., & Josephraj, J. (2023). Continuous sorption of methylene blue dye from aqueous solution using effective microorganisms-based water hyacinth waste compost in a packed column. Biomass Conversion and Biorefinery, 13(2), 1189–1198.
Wardhana, V., Hakim, L., & Iqbal, R. M. (2023). Pengolahan gulma air menjadi pupuk organik di Kelurahan Palangka Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya. J-abdi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(8), 5885–5892.