Penyuluhan Kesehatan Tentang Pentingnya Program Keluarga Berencana di Desa Balee Ujong Rimba Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie
Main Article Content
Abstract
Article Summary
Di Indonesia program KB mulai berkembang namun pada akhir-akhir ini mengalami degradasi (penurunan), sehingga perlu revitalisasi. Untuk melakukan revitalisasi tersebut perlu ditingkatkan peran serta kaum wanita. Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada 2015, sebanyak 39% perempuan usia produktif tidak menggunakan kontrasepsi dengan sebaran 40% di perdesaan dan 37% di perkotaan. Perubahan pengelolahan program KB kearah desentralisasi ke Kabupaten/Kota ternyata membawa dampak menurunya intensitas pengelolaan program KB dilapangan. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan menjadi kendala dalam upaya-upaya penurunan fertilitas. Jumlah akseptor KB di Kabupaten Pidie yang paling banyak digunakan metode kontrasepsi PIL 36,28%, suntik 27,29%, IUD 15,64%, implant 8,78%, MOP/MOW 10,65%, kondom 1,36%. Pada tahun 2014 KB kontrasepsi mantap kurang diminati oleh pasangan usia subur dibandingkan dengan alat kontrasepsi PIL dan Suntik. Pelaksanaan program KB di Kecamatan Meurah Dua akseptor KB yang menggunakan metode kontrasepsi pil 45,20%, suntik 30,70%, Implant 5,64%, IUD 7,84%, kondom 3,17% dan MOW/MOP 7,44%. Oleh dengan adanya data tersebut diperlukan sebuah kegiatan dalam bentuk penyuluhan yang akan dilaksanakan di Desa Balee Ujong Rimba Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie guna memberikan informasi mengenai pentingnya program keluarga berencana. Selain itu melalui penyuluhan ini pemahaman dan pengetahuan mereka tentang keluarga berencana dapat bertambah dan menjadi acuan dalam pengaturan jumlah anak sebagai salah satu upaya mengatasi masalah ekonomi keluarga.
Keywords
Article Keywords
Downloads
Article Details
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC-BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
Everett, Suzanne. 2013. Buku Saku Kontrasepsi dan Kesehatan Seksual reproduktif, Ed.2. Penerjemah Nike Budhi Subekti. Jakarta: EGC
World Population Data Sheet. 2018. World Population Datasheet: With a Special Focus on Changing Age Structures. WHO: page 18.
Novianti, S. 2014. Faktor Persepsi dan Dukungan Istri yang Berhubungan dengan Partisipasi KB Pria. FIK Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia.Vol 10. No. 2 September 2014.
Badan Pusat Statistik. 2016. Konsep Badan Statistik. Jakarta: BPS.
BKKBN Provinsi Riau. 2016. Manfaat Utama Keluarga Berencana. Diakses: 22 April 2019. http://riau.bkkbn.go.id/
Radalgram. BKKBN Propinsi Aceh. 2018
MJKP. 2016. Data Sensus Penduduk Di Indonesia. https://www.datasensuspendudukdiindonesia.com
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional., 2017. Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035. Jakarta: Badan Pusat Statistik
Widyastuti, Y., Dkk, 2009, kesehatan Reproduksi. Yogyakarta: Fitramaya, Info Media.
BKKBN. 2016. Modul Belajar Mandiri Bagi Peserta Pengelolaan Kampung KB Tahun 2017 Perwakilan Badan Kependudukan & Keluarga Berencana Nasional Provinsi Jawa Timur. Jawa Timur.
Heffner, L.J. and Schust, D.J., 2008. At a Glance Sistem Reproduksi Edisi Kedua. Jakarta: Erlangga Medical Series.
Sulistyawati, A., 2011. Pelayanan keluarga berencana. Jakarta: salemba medika, pp.55-8.
Badan Pusat Statistik., 2016. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2015. BPS – BKKBN – Depkes – ORC Macro Calverton (USA) . Jakarta: SDKI 2015.
Badan Pusat Statistik 2015 Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015. Tersedia https://sirusa.bps.go.id/index.php/dasar/pdf?kd=2&th=2015.Diakses tanggal 27 Juli 2019.
Syukaisih. 2015. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Kontrasepsi di Puskesmas Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu. J Kesehatan Komunitas. 2015;3 (1):34–40.
UNDP. 2016. “Human Development Report”United Nations Development Programme. NewYork.
Artikel BKKBN Purbalingga. 2016. Gelar Pelayanan KB (di akses tanggal 15 September 2019, jam 14.30 WIB), Di dapat dari : http://www.BKKBN.co
Budisantoso. 2012. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Partisipasi Masyarakat dalam Keluarga Berencana. Jurnal Kesejatan Semarang: Universitas Diponegoro.
Dinas Kesehatan Provinsi Aceh. 2018. Profil Kesehatan Provinsi Aceh Tahun 2018 tersedia dalam http://www.diskes.acehprov.go.id/id/profil-kesehatan-provinsi-aceh2. Diakses tanggal 27 Maret 2019.
Dinas Kesehatan Pidie. 2018. Jumlah Peserta Akseptor Keluarga Berencana (KB). Seuramoe Aceh.
Data Puskesmas Ujong Rimba. 2018. Data penggunaan akseptor di masyarakat.