Pembangunan Bak Penetasan Telur Penyu Sebagai Upaya Peningkatan Edutourism Di Kawasan Konservasi Penyu Lampuuk, Aceh Besar
Main Article Content
Abstract
Article Summary
Konservasi penyu merupakan kegiatan perlindungan dan pelestarian penyu demi mempertahankan keberadaan dan keanekaragaman spesies penyu. Terdapat kelompok konservasi penyu di Pantai Lampuuk, Aceh Besar yang perduli terhadap kelestarian penyu dan berperan sebagai mitra pada pengabdian ini. Beberapa permasalahan yang muncul pada kawasan konservasi penyu adalah rendahnya daya tetas telur penyu dikarenakan belum adanya bak penetasan penyu yang permanen dan kurangnya pengunjung/wisatawan yang datang ke kawasan konservasi ini. Untuk mengatasi permasalahan ini perlu dibangun bak penetasan telur penyu dengan penambahan material Fly Ash (FA) yang dapat memperkokoh kontruksi bak pada kawasan substrat yang bersalinitas, serta meningkatkan persepsi masyarakat tentang pentingnya edukasi keberadaan penyu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membekali mitra pengabdian tentang pembangunan bak penetasan telur penyu yang ramah lingkungan dan kokoh, serta menganalisis persepsi masyarakat tentang upaya menjadikan kawasan konservasi penyu sebagai kawasan wisata pendidikan (edutourism). Metode pada pengabdian ini adalah pelatihan, sosialisasi, dan wawancara masyarakat dan pengunjung yang datang ke kawasan konservasi penyu. Jenis penyu yang umum ditemukan melakukan pendaratan dan bertelur di kawasan Pantai Lampuuk Kabupaten Aceh Besar yaitu penyu lekang (Lepidochelys olivacea), dan penyu belimbing (Dermochelys coriacea). Kedua penyu mendarat pada kawasan konservasi penyu pada awal bulan Oktober 2024, dan telurnya dipindahkan ke bak penetasan telur untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, telur penyu ini diperkirakan akan menetas dalam waktu 45 sampai 60 hari. Berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat dan pengunjung, kawasan ini memiliki potensi untuk dijadikan kawasan wisata pendidikan (edutourism) jika didukung dengan fasilitas yang ada, salah satunya adalah bangunan bak penetasan telur penyu.
Keywords
Article Keywords
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC-BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
Anggara, F., Petrus, H. T. B. M., Besari, D. A. A., Manurung, H., & Saputra, F. Y. A. (2021). Karakteristik dan Potensi Pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA). Buletin Sumber Daya Geologi, 16(1): 53-70. doi.org/10.47599/bsdg.v16i1.320
Budiantoro, A., Retnaningdyah, C., Hakim, L., & Leksono, A. S. (2019). The sustainable ecotourism potential development with special reference to oliveridley sea turtle (Lepidochelys olivacea) along Bantul Beaches, Indonesia. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science, 391 (012069). DOI 10.1088/1755-1315/391/1/012069
Dharmadi., & Wiadnyana, N. N. (2007). Kondisi habitat dan kaitannya dengan jumlah penyu hijau (Chelonia mydas) yang bersarang di Pulau Derawan, Berau-Kalimantan Timur. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 14(2): 195
Firliansyah, E., Kusrini, M. D., & Sunkar, A. (2017). Pemanfaatan dan efektivitas kegiatan penangkaran penyu di Bali bagi konservasi penyu. Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology, 2(1): 21-27
Gulo, G. S., Tumuyu, S. S., & Patria, M. P. (2024). Sustainability strategy for turtle conservation in Kelapa Dua Island, Kepulauan Seribu District, Jakarta, Indonesia. Biodiversitas, 25: 2307-2314. doi.org/10.13057/biodiv/d250548
Hanif, A., Damanhuri, H., Suparno, S., & Rusli, M. U. (2022). Tingkat penetasan penyu hijau di Pulau Pandan Kawasan Konservasi Pulau Pieh, Sumatera Barat. Jurnal Akuatik lestari, 6(1): 1-9. DOI: https://doi.org/10.31629/akuatiklestari.v6i1.4696
Harnino, T. Z. A. T., Parawangsa, I. N. Y., Sari, L. A., & Arsad, S. (2021). Efektifitas pengelolaan konservasi penyu di turtle conservation and education center serangan, Denpasar Bali. Journal of Marine and Coastal Science, 10(1): 18-34
Kamal, S., & Hidayat, M. (2019). Karakteristik kondisi bio-fisik pantai tempat peneluran penyu di Lhok Pante Tibang sebagai referensi matakuliah ekologi dan masalah lingkungan. Prosiding Biotik, 5(1). DOI: http://dx.doi.org/10.22373/pbio.v6i1.4235
Kurniarum, M., Prihanta, W., & Wahyuni, S. (2015). Pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap konservasi penyu dan ekowisata di Desa Hadiwarno Kabupaten Pecaitan sebagai sumber belajar biologi. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 1(2):124-137. doi.org/10.22219/jpbi.v1i2.3321
Lapadi, I., Widiastuti, N., Irmawati, F., Mudjirahayu, Pranata, B., Pattiasina T. F., Manangkalangi, E., & Sabariah, V. (2023). Peningkatan fasilitas penangkaran penyu melalui pembuatan bak penangkaran, pondok wisata dan media penyuluhan. IGKOJEI. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4 (2): 104-111. doi.org/10.46549/igkojei.v4i2.380
Marlian, N., Zurba, N., & Rahmayanti, F. (2021). Sosialisasi penyelamatan penyu Aceh di Pantai Suak Geudubang Aceh Barat. Jurnal Marine Kreatif, 5(2). doi.org/10.35308/jmk.v5i2.4486
Maulany, R. I., Booth, D. T., & Baxter, G. S. (2012). The effect of incubation temperature on hatchling quality in the olive ridley turtles from alas Purwo National Park, East Java, Indonesia. Marine Biol. 159(12): 2651-2661. doi:10.1007/s00442-002-1109-z
Nufus, H., Darmawati, D., Suriani, M., Mursawal, A., Zurba, N., Gazali, M., & Bahri, S. (2022). Hubungan kedalaman sarang semi alami terhadap persentase penetasan telur penyu di Daerah Pesisir Pantai Lampuuk Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Laot Ilmu Kelautan, 3(2): 116-127. DOI: https://doi.org/10.35308/jlik.v3i2.4916
Nugroho, A. D., Redjeki, S., & Taufiq, N. (2017). Studi karakteristik sarang semi alami terhadap daya tetas telur penyu hijau (Chelonia mydas) di Pantai Paloh Kalimantan Barat. Prosiding Seminar Nasional Hasil-Hasil Penelitian Perikanan dan Kelauatan ke-VI, 422–433
Pata’dungan, R. Y. (2013). Implementasi CITES (Convention on international trade in endangered species) dalam upaya konservasi penyu di Indonesia. eJournal Ilmu Hubungan Internasional, 1(3): 919-930
Rosalina, D., & Prihajatno, M. (2022). Upaya konservasi penyu lekang (Lepidochelys olivacea) di wilayah konservasi edukasi mangrove dan penyu pantai cemara, Banyuwangi, Jawa Timur. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia, 14(1): 1-10
Samosir, S.H., Hernawati, T., Yudhana, A., & Haditanoho, W. (2018). Perbedaan sarang alami dengan semi alami mempengaruhi masa inkubasi dan keberhasilan menetas telur penyu lekang (Lepidochelys olivacea) Pantai Boom Banyuwangi. Jurnal Medik Veteriner, 1(2):33-37
Smith, C. E., Gilby, B. L., Perez, J. P. M., Merwe, J. P. van den Merwe, & Townsend, K. A. (2023). Establishing standardized health baselines for green turtle populations. S. J. Walsh et al. (eds.), island ecosystems, social, and ecological interactions in the galapagos islands. Springer Nature Switzerland AG
Suseno, H., Prastumi, P., Susanti, L., & Setyowulan, D. (2013). Pengaruh penggunaan bottom ash sebagai pengganti tanah liat pada campuran bata terhadap kuat tekan bata. Rekayasa Sipil, 6(3): 272–281
Widhayanti, A., Diani, E. T., Adiguna, R. N., Nur, J., Andriyatno, H., Wahyu, H., & Rahmat, I. (2024). The effectiveness of community-based sea turtle monitoring supports hatching success on Bando Island, Pieh Island Marine Protected Area. Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology, 20(3): 110-116
Wijaya, L. I., & Widigdo, W. (2023). Fasilitas konservasi penyu pantai Batu Sungu, Bali. Jurnal eDimensi Arsitektur, XI (1): 697-704