Rame Gurame: Akselerasi Ekonomi Lokal melalui Program "Kampung Gurami" Berbasis Pemberdayaan Masyarakat sebagai Upaya Hilirisasi Produktivitas Potensi Desa Tegalwangi
Original Full-Text Article
Download published version for reading and archivingAbstract
Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) adalah inisiatif dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia yang bertujuan untuk mengembangkan kapasitas organisasi mahasiswa di perguruan tinggi. Program ini dirancang untuk mendorong mahasiswa agar berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang mengoptimalkan potensi lokal. PPK Ormawa Himpunan Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Jember mengangkat potensi lokal di Desa Tegalwangi sebagai Desa Wirausaha, dengan komoditas unggulannya, yaitu ikan gurami.
Desa Tegalwangi, yang terletak di Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, memiliki potensi besar dalam potensi budidaya ikan gurami. Hal ini menjadikan Desa Tegalwangi dikenal sebagai pusat budidaya ikan gurami terbesar di Kabupaten Jember. Sebagai salah satu desa binaan Universitas Jember, desa ini dikenal sebagai Kampung Gurami karena mayoritas warganya terlibat dalam budidaya ikan gurami. Potensi ini dapat dioptimalkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui upaya branding dan diversifikasi dengan berbagai produk olahan ikan gurami. Program "Rame Gurame" bertujuan untuk mengangkat kembali potensi lokal dengan mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat berbasis wirausaha kelompok. Transformasi yang dilakukan dalam program ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat melalui integrasi wirausaha dan pemasaran digital. Melalui inovasi ini, diharapkan Desa Tegalwangi dapat menjadi sentra perikanan yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Keywords:
Author Biographies
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
How to Cite
This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4.0 International License .
- Share: You are free to copy, distribute, and transmit the work in any medium or format.
- Adapt: You are free to remix, transform, and build upon the work for any purpose, even commercially.
- Attribution: You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
References
Total: 14 References- Adamson, D., & Bromiley, R. (2013). Community empowerment: learning from practice in community regeneration. International Journal of Public Sector Management, 26(3), 190-202.
- Agustini, T. W., Darmanto, Y. S., Wijayanti, I., & Riyadi, P. H. (2016). Pengaruh perbedaan konsentrasi daging terhadap tekstur, nutrisi dan sensori tahu bakso ikan nila. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 19(3), 214-221.
- Cempaka, D., Sundari, V., Bima, A., & Emerald, G. (2023). Village branding: Instruments of Place brand identity for destinations and msmes in the tourism villages. Jurnal Spektrum Komunikasi (JSK), 11(2), 251-264.
- Firdaus, M. A., Ramadhan, B. A., Istighfaroh, N., Bukhori, M. S. I., Nauradita, Y. A., Yuliani, N. A., & Wati, F. N. (2023). Upaya Peningkatan Produktivitas Masyarakat melalui Program Pengolahan Ikan Gurami “Gufroz” di Desa Tegalwangi, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 193-200. DOI: https://doi.org/10.54082/ijpm.148.
- Iban, C., Nugraha, C. D., & Elfrida, T. (2019). Ethno-ecotourism in Kulon Progo, Indonesia: A downstreaming process of natural resources-based products with a touch of cultural resources. KnE Social Sciences, 57-77.
Most read articles by the same author(s)
Other papers published by author(s) in this journal: